Rabu, 01 April 2015

TANGGAPAN VIDEO PEMBELAJARAN TEAM TEACHING

TANGGAPAN VIDEO PEMBELAJARAN TEAM TEACHING
MATA KULIAH LEARNING TRAJECTORY 24 MARET 2015

NAMA            : ARIFAH NUR
NIM                : 14712259017
KELAS          : PD P2TK DIKDAS

1.    Komentar/tanggapan:
Video tersebut merupakan video pembelajaran matematika dengan materi perkalian, dengan metode mengajar team teaching. Terdapat dua guru yang berkolaborasi dalam membelajarkan siswa-siswa tentang materi perkalian. Media pembelajaran yang digunakan cukup sederhana yaitu dengan menggunakan tabel perkalian, namun ternyata dengan media yang sederhana tersebut dapat menarik perhatian siswa dan siswa dapat belajar banyak hal dari tabel perkalian yang telah disediakan oleh guru. Tabel perkalian tersebut tidak hanya untuk membelajarkan perkalian saja, namun siswa dapat bereksplorasi dengan media tersebut dengan menemukan pola-pola tertentu yang merupakan sifat-sifat dari perkalian, misalnya sifat komutatif perkalian contohnya:
6x4=24
4x6=24
Perkalian dengan dua bilangan yang sama, membentuk garis diagonal pada tabel perkalian.
Pola bilangan:
2
4
3x4 = 12
3
6
2x6 = 12
Pola perkalian di atas ditemukan oleh siswa dalam diskusi kelompok mereka.
Siswa terlihat antusias dan asyik dengan tabel perkalian yang telah dipersiapkan oleh guru serta tidak kelihatan adanya siswa yang asyik pada kegiatannya sendiri, misalnya bermain. Seluruh siswa fokus pada mempelajari tabel perkalian. Dalam kegiatan pembelajaran tersebut siswalah yang aktif mencari dan menemukan sendiri, guru hanya sebatas memfasilitasi, mendampingi dan membantu kegiatan belajar siswa.
Dengan metode team teaching, kebutuhan belajar siswa menjadi lebih terlayani. Guru dengan team bisa membimbing siswa secara maksimal, mendampingi kegiatan belajar siswa. Terlihat guru tidak hanya di depan kelas saja, akan tetapi berkeliling memantau seluruh siswanya. Terlihat pula beberapa kali guru berdiskusi dengan team teachingnya. Di akhir kegiatan pembelajaran, siswa diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerja atau diskusi mereka.
  
2.    Pertanyaan:
a.    Fakta yang pernah saya temui di lapangan yaitu di SD saya sendiri, pernah ada salah satu teman saya (guru) yang bercerita ketika dia mengajar, ada guru lain yang berada di dalam kelas, dan teman saya tersebut mengatakan bahwa dirinya menjadi tidak bebas dan tidak leluasa ketika mengajar karena seperti diawasi.
Bagaimanakah merubah mind set guru untuk melaksanakan pembelajaran dengan team teaching?
b.    Ketika saya melakukan observasi pembelajaran tematik di kelas 4 SD X, saat siswa diberi kesempatan untuk maju dan membacakan hasil pekerjaan mereka, tidak ada satupun siswa yang dengan sukarela maju untuk membacakan hasil pekerjaannya. Saat guru menunjuk nama siswa untuk dipersilakan maju pun, siswa tersebut tidak segera maju.
Hal apakah yang dapat dilakukan oleh guru untuk memancing keaktifan siswa dalam pembelajaran, sehingga siswa dengan sukarela mau menyampaikan hasil pekerjaannya atau mau mengungkapkan apa yang ada di pikiranya?
c.    Sebagian guru saat ini hanya terfokus pada pencapaian hasil atau tujuan untuk menyelesaikan target materi sesuai yang ada pada kurikulum, sehingga mengabaikan proses pembelajaran yang bermakna bagi siswa. Lalu hal apa yang sebaiknya dilakukan oleh guru?

3.    Kelebihan dan kekurangan metode dan perangkat pembelajaran yang selama ini saya praktekkan dan seberapa jauh saya belajar dari video pembelajaran dengan team teaching untuk mempengaruhi dan kemungkinan memperbaiki praktek pembelajaran saya.
Saya rasa metode yang selama ini saya gunakan untuk mengajar lebih banyak kekurangannya dibanding kelebihannya. Karena saya termasuk guru yang berorientasi untuk menyelesaikan target materi untuk mengejar Ujian Nasional (terakhir saya mengajar kelas 6). Saya cenderung lebih banyak mentransfer pengetahuan dari pada membuat siswa aktif untuk menemukan sendiri. Dan karena keterbatasan personil saya juga belum pernah melaksanakan pembelajaran dengan team teaching.
Dengan melihat video pembelajaran team teaching, saya sangat tertarik sekali dan sepertinya menyenangkan apabila dalam pembelajaran siswa aktif menemukan sendiri lalu mau mengungkapkan hasil belajarnya di depan kelas sepertinya pembelajaran tersebut sangat bermakna dan siswa tidak terlihat jenuh saat mengikuti pembelajaran.

Terutama pada mata pelajaran matematika yang selama ini menjadi momok bagi siswa, dengan pembelajaran seperti yang terlihat dalam video, pembelajaran menjadi menyenangkan dan tidak menimbulkan kebosanan pada siswa.

2 komentar:

  1. Aslm. Inovasi perlu keberanian, keterbukaan, penerimaan, inisiatif, pembiasaan dan kerjasama. Selamat berjuang.

    BalasHapus
  2. wa'alaikumsalam Prof... terimakasih atas support dari bapak.

    BalasHapus